Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Pasir Pasang

Pasir Pasang yang Sering Digunakan untuk Bangunan

Pasir pasang menjadi salah satu jenis pasir yang mungkin akan Anda temui sebagai material pembangunan suatu gedung atau rumah. Pasir merupakan bahan material yang berupa butiran kecil dengan ukuran sekitar 0,0625 hingga 2 mm. Umumnya, silikon dioksida menjadi materi pembentuk pasir, tapi berbeda dengan pasir di pantai tropis maupun subtropis yang biasanya terbentuk oleh batu kapur.

Tidak banyak tanaman yang bisa tumbuh di atas pasir bangunan karena adanya rongga-rongga cukup besar sehingga tanaman tidak dapat tumbuh secara maksimal. Selain itu, pasir biasanya memiliki warna sesuai asal pembentukannya. Pasir merupakan bahan material sangat penting dalam bangunan. Penggunaannya akan dicampurkan dengan semen sebagai perekatnya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pasir berpengaruh besar terhadap kualitas bangunan yang akan dihasilkan. Terdapat banyak jenis pasir yang beredar di pasaran dan salah satunya akan kita bahas bersama.

Pasir pasang merupakan pasir dengan tekstur halus dari pasir beton. Ciri-ciri pasir tersebut dapat kita lihat dengan cara mengepalkan pasir, apabila terbentuk gumpalan dan tidak kembali lagi ke semula, maka pasir tersebut berjenis pasang. Pasir jenis ini ditawarkan dengan harga yang lebih murah daripada pasir beton, pasir bangka ataupun pasir urug. Biasanya, pasir ini digunakan sebagai campuran pasir beton agar tidak begitu kasar sehingga mampu dijadikan plesteran dinding.

Pasir jenis ini dibedakan lagi menjadi dua berdasarkan tempat penambangannya, yaitu:

1. Pasir gunung

Pasir ini didapatkan dari hasil galian di mana butirannya bertekstur kasar dan tidak begitu keras. Umumnya, pasir ini mengandung pozolan jadi ketika pasir dicampur dengan kapur padam dan air, maka beberapa saat akan mengeras dan membentuk suatu massa padat yang sukar dalam air.

Pasir ini terkandung dalam material vulkanik yang dimuntahkan dari perut bumi melalui gunung berapi, seperti Gunung Merapi. Debu dari gunung berapi juga baik untuk kesuburan tanah. Sebenarnya, fungsi gunung api sama dengan pasir biasa, hanya saja kandungan silika yang tinggi juga meningkatkan kualitasnya.

Sering kali pasir gunung api digunakan sebagai penjernih air. Hal ini dikarenakan pasir ini memiliki ujung yang runcing sehingga membuatnya lebih mudah menyerap partikel tidak diinginkan jauh lebih baik dibanding pasir biasa. Walaupun demikian, pasir gunung ini bisa bermanfaat dengan bantuan bahan lain, seperti arang kayu dan zeolit.

 

2. Pasir sungai

Namanya saja pasir sungai, pasti tempat pengambilannya adalah dari sungai di mana merupakan hasil gigisan batu-batuan keras nan tajam. Butiran pasir ini cukup baik, yaitu antara 0,063 sampai 5 mm sehingga pas untuk mendapatkan adukan yang baik bagi pekerjaan pasangan. Pasir kali ini biasanya akan ditambang langsung dari sungai.

Pasir sungai terkenal akan kekuatannya karena merupakan hasil kikisan batuan sungai yang bersifat tajam dan keras. Selain itu, pasir ini juga memiliki warna yang hitam sehingga kualitasnya pun juga baik. Tidak heran jika harga yang ditawarkan cukup mahal. Untuk mendapatkan kualitas Pasir kali yang baik, disarankan untuk membelinya saat musim hujan karena saat musim hujan, pasir lebih baik, bersih dan baru saja turun mengikuti aliran air sungai.

Kedua pasir bangunan ini memiliki karakteristik yang berbeda sehingga Anda harus menyesuaikannya dengan kebutuhan saat melakukan pembangunan. Tinggal Anda mencari penjual pasir pasang yang mampu memberikan harga bersaing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *